Badan Bahasa dan Universitas Konstanz Jajaki Kerja Sama Penginternasionalan Bahasa Indonesia
Jakarta, 4 Februari 2026—Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menerima
audiensi dari Konstanz University of Applied Science (HTWG) pada Selasa, 4
Februari 2026. Audiensi ini membahas peluang kerja sama dalam pengembangan dan
pemberdayaan bahasa Indonesia di tingkat internasional. Audiensi tersebut
diterima oleh Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, perwakilan Tim Kerja
Penerjemahan, Tim Kerja BIPA, serta Layanan Kerja Sama Sekretariat Badan
Bahasa. Delegasi Universitas Konstanz yang hadir terdiri atas Prof. Dr.
Christian von Lubke (Dekan Fakultas Bisnis, Budaya, dan Kajian Hukum), M.S.
Caroline Hromas (Koordinator Program Akademik), dan Dr. Lena Obendiek
(Koordinator Program Asia dan Cina).
Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra, Iwa Lukama, menyampaikan bahwa
Badan Bahasa merupakan lembaga pemerintah yang diamanati untuk mengembangkan,
membina, melindungi, dan memberdayakan bahasa dan sastra Indonesia serta bahasa
daerah. Ia juga menjelaskan bahwa Badan Bahasa pernah menyelenggarakan
pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) secara daring pada
tahun 2019 dan telah menugaskan tiga pengajar BIPA untuk mengajar bahasa
Indonesia di Universitas Konstanz. Menurutnya, Badan Bahasa menyambut baik
tawaran kerja sama yang diajukan Universitas Konstanz.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Christian von Lubke menyampaikan
bahwa Universitas Konstanz telah membuka kelas BIPA sejak 2018 dan mendapatkan
respons yang sangat baik dari mahasiswa. Oleh karena itu, pihaknya berharap
kelas BIPA dapat kembali dilaksanakan secara luring agar pembelajaran bahasa
Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia dapat dilakukan secara lebih optimal.
Selain itu, Universitas Konstanz juga menyatakan ketertarikan untuk menjalin
kerja sama dalam pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).
Perwakilan Tim Kerja Penerjemahan Badan Bahasa, Ayu Widari, memaparkan
sejumlah program yang berpotensi dikerjasamakan, antara lain penerjemahan buku
cerita anak dari bahasa Jerman ke bahasa Indonesia dan sebaliknya, pemanfaatan
laman Penjaring, pemagangan mahasiswa asing, serta program residensi sastrawan
Indonesia di luar negeri. Untuk menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Christian
von Lubke menyampaikan ketertarikan Universitas Konstanz terhadap program
penerjemahan sebagai media pembelajaran dan praktik mahasiswa serta kesiapan
kampusnya menjadi lokasi pelaksanaan program residensi sastrawan.
Melalui audiensi ini, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menegaskan
perannya dalam memperkuat pengembangan dan pemasyarakatan bahasa Indonesia di
kancah internasional, sementara Universitas Konstanz menunjukkan komitmennya
sebagai perguruan tinggi dalam memperluas pembelajaran bahasa Indonesia dan
pertukaran budaya bagi sivitas akademika. Kedua pihak sepakat untuk
menindaklanjuti peluang kerja sama sesuai peran masing-masing, terutama dalam
program BIPA, UKBI, penerjemahan, pemagangan mahasiswa, dan residensi
sastrawan.

