Uji Keterbacaan Komik Pemodernan Sastra Libatkan Ratusan Siswa di Jakarta

Uji Keterbacaan Komik Pemodernan Sastra Libatkan Ratusan Siswa di Jakarta

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Bidang Fasilitasi dan Advokasi Bahasa dan Sastra menyelenggarakan kegiatan Uji Keterbacaan Komik Produk Pemodernan Sastra pada 13—15 Desember 2025 di Hotel Swiss-Belhotel Kalibata, Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji tingkat keterbacaan dan keterpahaman 33 komik bertema kepahlawanan (local hero) yang dikembangkan sebagai bagian dari upaya pemodernan sastra daerah


Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Fasilitasi dan Advokasi Bahasa dan Sastra, Adi Budiwiyanto. Dalam sambutannya, Adi menegaskan bahwa uji keterbacaan merupakan tahapan penting dalam pengembangan produk sastra. “Komik sebagai media pemodernan sastra harus benar-benar sesuai dengan karakteristik dan kemampuan baca peserta didik. Melalui uji keterbacaan ini, kami ingin memastikan bahwa pesan, bahasa, dan visual yang disajikan dapat dipahami dengan baik oleh sasaran pembaca,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa hasil kegiatan ini akan menjadi dasar penyempurnaan produk sebelum didiseminasikan secara luas.


Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, M. Gilang Ramadhan, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin. “Kegiatan ini sangat relevan dengan upaya penguatan literasi di sekolah. Komik berbasis sastra daerah tidak hanya menarik bagi siswa, tetapi juga dapat menanamkan nilai-nilai budaya dan kepahlawanan sejak dini,” katanya. Menurut Gilang, keterlibatan sekolah dalam kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pemanfaatan bahan bacaan yang kontekstual dan berkualitas di lingkungan pendidikan.


Uji keterbacaan ini melibatkan 24 sekolah, yakni terdiri atas 12 sekolah dasar dan 12 sekolah menengah pertama dengan total peserta 288 orang yang mencakup siswa dan guru pendamping. Pelaksanaan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan siswa SD kelas V dan VI serta siswa SMP kelas VII dan VIII sesuai dengan sasaran pembaca komik yang diuji. Melalui uji keterbacaan ini, Badan Bahasa menegaskan komitmennya dalam menghadirkan produk pemodernan sastra yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga relevan, mudah dipahami, dan berdampak nyata dalam penguatan literasi serta karakter peserta didik.





Sedang Tren

Ingin mengetahui lebih lanjut?

Kunjungi media sosial Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa