Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2025

Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2025

Kupang, 20 November 2025—Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi NTT pada Kamis (20/11). Acara ini merupakan puncak rangkaian kegiatan revitalisasi bahasa daerah yang berlangsung sepanjang tahun 2025 di beberapa wilayah di Provinsi NTT. Peserta yang hadir adalah para pemenang Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat kabupaten, yaitu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU),      Timor Tengah Selatan (TTS), Rote Ndao, Sumba Tengah, Manggarai Barat, dan Alor. Ada enam mata lomba yang diselenggarakan dalam FTBI tingkat kabupaten, yaitu lomba pidato, puisi, cerpen, cerita rakyat, komedi tunggal, dan tembang tradisi. 

“Kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi NTT Tahun 2025 hari ini merupakan puncak atau tahapan terakhir dari kegiatan revitalisasi bahasa daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2025. Selama empat tahun terakhir sejak tahun 2022, telah ada 9 bahasa daerah yang sudah direvitalisasi di 7 kabupaten di Provinsi NTT. Sembilan bahasa daerah dari 72 bahasa daerah yang ada di Provinsi NTT tentu masih merupakan jumlah yang tidak seberapa. Namun, kita patut berbangga, dalam empat tahun kita berhasil mencapai beberapa hal. Partisipan pelindungan bahasa atau pihak yang terlibat selama tahun 2025 berjumlah 297 guru utama yang berasal dari empat kabupaten, 550 guru terimbas, dan 3.668 siswa partisipan,” ujar R. Hery Budhiono, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTT, dalam sambutannya.

Budhi juga mengapresiasi para pemangku daerah di tujuh kabupaten yang menjadi lokus bahasa yang direvitalisasi atas kontribusinya mendukung dan mengimplementasikan revitalisasi bahasa daerah. Lebih lanjut, Budhi mengajak seluruh pemangku kepentingan yang ada di daerah untuk terus berkolaborasi dan bersinergi dalam pelindungan bahasa daerah.

“Sebagai sebuah UPT (Unit Pelaksana Teknis), kami tidak bisa berjalan sendiri, Badan Bahasa juga tidak bisa berjalan sendiri. Oleh karena itu, kecintaan, kepedulian, dan rasa memiliki dari pemerintah daerah akan kita dorong terus-menerus agar kita bersinergi dalam upaya pelindungan dan pelestarian bahasa daerah di Provinsi NTT,” lanjutnya.

Program revitalisasi bahasa daerah merupakan salah satu program utama yang diluncurkan oleh Kemdikbudristek pada tanggal 22 Februari 2022 yang bertujuan untuk menggiatkan kembali penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda dengan pendekatan yang lebih kreatif dan menarik. Di Provinsi NTT, kegiatan RBD sudah berjalan sejak tahun 2022 dengan sembilan bahasa sasaran, yaitu bahasa Dawan, Manggarai, Kambera/Manggena, Rote, Abui, Adang, Kabola, Anakalang, dan Mamboro. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi tunas muda bahasa daerah untuk menanamkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap bahasa daerah sebagai identitas dan bagian dari jati diri bangsa.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan FTBI ini merupakan wadah kreativitas untuk para penutur muda dalam pelestarian bahasa daerah.

“Festival Tunas Bahasa Ibu di Provinsi NTT merupakan sebuah ajang apreasi, selebrasi, dan ruang kreativitas bagi anak-anak kita yang telah menjadi tunas-tunas harapan bangsa untuk tetap setia melestarikan bahasa daerah,” ucap Hafidz.

Lebih lanjut, Hafidz menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah di Provinsi NTT yang sudah berkontribusi dan berkomitmen dalam pelestarian bahasa daerah. Dia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

“Atas nama pemerintah, atas nama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, saya selaku Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyampaikan apresiasi, penghargaan, dan terima kasih kepada Bapak/Ibu sekalian yang hadir di sini telah memberikan bukti dan komitmen nyata dalam pelestarian bahasa daerah,” ujar Kepala Badan Bahasa dalam pembukaan kegiatan.

“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua memiliki salah satu upaya, yaitu pelibatan dan partisipasi semesta. Tentu tidak hanya pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, masyarakat, pendidik, guru, dan juga orang tua bersama-sama bersatu padu untuk mewujudkan pendidikan bermutu. Melalui bahasa dan sastra, kita terus berupaya agar bahasa Indonesia      terus berdaulat dan bahasa daerah sebagai kekayaan budaya kita tetap lestari di negara kita. Selain itu, sebagai bangsa yang terus berkembang untuk bersaing di tingkat global, kita juga harus menguasai bahasa asing,” lanjut Hafidz.

FTBI Tingkat Provinsi NTT Tahun 2025 menampilkan 78 anak-anak berbahasa Dawan dari      Kabupaten TTU dan Kabupaten TTS, bahasa Rote dari Kabupaten Rote Ndao; bahasa Kambera/Manggena, Anakalang, Mamboro dari Kabupaten Sumba Tengah; bahasa Abui, Adang, dan Kabola dari Kabupaten Alor; serta bahasa Manggarai dari Kabupaten Manggarai Barat. Berbagai bentuk penampilan dan kreativitas dibawakan oleh anak-anak tingkat SD dan SMP melalui media bahasa daerah seperti puisi, cerita rakyat, cerpen, pidato, dan komedi tunggal. Selain itu, pertunjukan seperti tari-tarian, nyanyian, dan tuturan/syair-syair adat. FTBI Tingkat Provinsi NTT dilaksanakan dalam format pagelaran atau selebrasi.

Pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu diharapkan mampu menggugah kembali perhatian banyak pihak termasuk pemangku kepentingan di tingkat provinsi dan kabupaten agar bersama-sama mengupayakan pelindungan dan pelestarian bahasa daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 serta Peraturan Pemerintah      Nomor 57 Tahun 2014.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepakatan antara Badan Bahasa dan Pemerintah Kota Kupang dalam rangka pemartabatan dan pengutamaan bahasa Indonesia di Kota Kupang. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi NTT, BPMP Provinsi NTT, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, dan perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten yang terlibat pelaksanaan Revitalisasi Bahasa Daerah.

 


Sedang Tren

Ingin mengetahui lebih lanjut?

Kunjungi media sosial Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa