Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2025
Kupang, 20 November
2025—Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar kegiatan Festival
Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi NTT pada Kamis (20/11). Acara ini merupakan
puncak rangkaian kegiatan revitalisasi bahasa daerah yang berlangsung sepanjang
tahun 2025 di beberapa wilayah di Provinsi NTT. Peserta yang hadir adalah para
pemenang Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat kabupaten
“Kegiatan Festival Tunas
Bahasa Ibu Tingkat Provinsi NTT Tahun 2025 hari ini merupakan puncak atau
tahapan terakhir dari kegiatan revitalisasi bahasa daerah Provinsi Nusa
Tenggara Timur tahun 2025. Selama empat tahun terakhir sejak tahun 2022, telah
ada 9 bahasa daerah yang sudah direvitalisasi di 7 kabupaten di Provinsi NTT.
Sembilan bahasa daerah dari 72 bahasa daerah yang ada di Provinsi NTT tentu
masih merupakan jumlah yang tidak seberapa. Namun
Budhi juga mengapresiasi
para pemangku daerah di tujuh kabupaten yang menjadi
“Sebagai sebuah UPT
Program revitalisasi
bahasa daerah merupakan salah satu program utama yang diluncurkan oleh
Kemdikbudristek pada tanggal 22 Februari 2022 yang bertujuan untuk menggiatkan
kembali penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda dengan pendekatan
yang lebih kreatif dan menarik. Di Provinsi NTT, kegiatan RBD sudah berjalan
sejak tahun 2022 dengan sembilan bahasa sasaran, yaitu bahasa Dawan, Manggarai,
Kambera/Manggena, Rote, Abui, Adang, Kabola, Anakalang, dan Mamboro.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan
Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, dalam sambutannya menjelaskan
bahwa kegiatan FTBI ini merupakan wadah kreativitas untuk para penutur muda
dalam pelestarian bahasa daerah.
“Festival Tunas Bahasa Ibu di Provinsi NTT
merupakan sebuah ajang apreasi, selebrasi, dan ruang kreativitas bagi anak-anak
kita yang telah menjadi tunas-tunas harapan bangsa untuk tetap setia
melestarikan bahasa daerah,” ucap Hafidz.
Lebih lanjut, Hafidz menyampaikan apresiasi
kepada pemerintah daerah di Provinsi NTT yang sudah berkontribusi dan
berkomitmen dalam pelestarian bahasa daerah. Dia berharap kolaborasi antara
pemerintah pusat dengan pemerintah daerah terus berlanjut pada tahun-tahun
berikutnya.
“Atas nama pemerintah, atas nama Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah, saya selaku Kepala Badan Pengembangan dan
Pembinaan Bahasa menyampaikan apresiasi, penghargaan, dan terima kasih kepada
Bapak/Ibu sekalian yang hadir di sini telah memberikan bukti dan komitmen nyata
dalam pelestarian bahasa daerah,” ujar Kepala Badan Bahasa dalam pembukaan
kegiatan.
“Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua memiliki
salah satu upaya,
FTBI
Pelaksanaan Festival
Tunas Bahasa Ibu diharapkan mampu menggugah kembali perhatian banyak pihak
termasuk pemangku kepentingan di tingkat provinsi dan kabupaten agar
bersama-sama mengupayakan pelindungan dan pelestarian bahasa daerah sesuai
dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 serta P
Dalam kegiatan ini


