Badan Bahasa Gelar Rapat Kerja Nasional di Belitung, Perkuat Sinergi Program Kebahasaan dan Kesastraan
Bitung – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyelenggarakan Rapat Kerja Tahunan di Pulau Belitung, sebuah agenda penting yang juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh para pimpinan pusat Badan Bahasa serta kepala balai dan kantor bahasa dari seluruh Indonesia yang meliputi perwakilan dari Sabang hingga Merauke. Peserta tersebut banyak yang baru pertama kali mengunjungi Belitung, Negeri Laskar Pelangi. (6/12)
Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Ganjar Harimansyah, melaporkan bahwa raker yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan untuk melakukan sinkronisasi program pusat dan daerah serta penguatan program di tahun 2026. Selain itu, pertemuan ini juga membahas strategi inovasi untuk pembaruan dan penguatan program pembangunan kebahasaan dan kesastraan.
Kolaborasi Jadi Tonggak Penguatan Bahasa Nasional
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, dalam
sambutan sekaligus pembukaan acara menekankan bahwa kolaborasi dan kerja sama
yang lebih harmonis dengan pemerintah daerah adalah makna penting untuk
melaksanakan amanah dan tanggung jawab Badan Bahasa. Beliau menjelaskan bahwa
naskah kerja sama yang disepakati akan menjadi tonggak untuk saling menguatkan
dalam tiga hal utama sebagai
berikut.
1. Pembinaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa
persatuan.
2. Pelestarian bahasa daerah, seperti yang telah
dicerminkan melalui Festival Tunas Bahasa Ibu.
3. Pengawalan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik dan dokumen resmi sesuai dengan amanah Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 2 Tahun 2025.
Hafidz Muksin juga berharap agar kerja sama ini ditindaklanjuti termasuk melalui pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi siswa tingkat menengah (SMP dan SMA) di Bangka Belitung sebagai tolok ukur indeks pembangunan kebahasaan. Raker Badan Bahasa tahun 2025 ini secara resmi dibuka dengan bacaan basmalah.
Belitung: Miniatur Indonesia dan Promosi Wisata Lokal
Wakil Bupati Belitung, Syamsir, menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Pulau Belitung sebagai lokasi kegiatan. Ia berharap raker ini tidak hanya terpusat pada rapat di ruangan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk menjelajahi (mengeksplorasi) Belitung. Menariknya, Wakil Bupati Belitung mengawali sambutannya dengan sebuah pantun menyesuaikan dengan peraturan daerah (perbup) setempat yang mengharuskan untuk berpantun sebelum berpidato.
Syamsir juga mempromosikan Belitung sebagai miniatur Indonesia karena keharmonisan suku yang terjaga, yaitu adanya suku dari Tionghoa, Makassar, Jawa, Sunda, Madura, Medan, dan Buton dalam satu daerah serta menegaskan bahwa gesekan antarsuku tidak pernah terjadi di pulau kecil ini.
Sementara itu, Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, juga turut menyampaikan sambutan dengan pantun dan mengklarifikasi bahwa asal usul Laskar Pelangi berada di Belitung Timur, Kecamatan Gantung, meskipun sebagian syutingnya dilakukan di Tanjung Tinggi,.
Bupati Kamarudin Muten membanggakan Belitung Timur sebagai daerah kecil dengan penduduk 138.000 jiwa yang telah menghasilkan tokoh-tokoh besar seperti Yusril Mahendra, Ahok (Basuki Tjahaja Purnama), Andrea Hirata, dan Sabrina (Indonesia Idol). Beliau juga tak lupa mempromosikan kopi Belitung Timur yang sangat kental dan berkualitas, bahkan pemerintah telah membangun Tugu 1001 Warung Kopi untuk menegaskan kekayaan daerah tersebut.
Rapat kerja ini diharapkan tidak hanya memperkuat program Badan Bahasa secara nasional, tetapi juga meningkatkan sinergi lokal di Pulau Belitung yang disebut memiliki kualitas udara (oksigen) terbaik nasional.
Dokumentasi:
