Kemendikdasmen dan Komisi X DPR RI Bersinergi Perkuat Literasi dan Pelestarian Bahasa Daerah

Kemendikdasmen dan Komisi X DPR RI Bersinergi Perkuat Literasi dan Pelestarian Bahasa Daerah

Kupang, 10 November 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Bahan Penguatan Program Pengembangan Kebahasaan dan Kesastraan pada Senin (10/11/2025). Acara yang berlangsung di Kupang ini dihadiri oleh 124 peserta, mulai dari kepala sekolah, guru, pelajar, hingga perwakilan pemerintah daerah dan media. Kolaborasi ini strategis untuk membentuk karakter bangsa, memperkuat identitas nasional, serta meningkatkan literasi masyarakat.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menjelaskan bahwa Badan Bahasa merupakan unit utama teknis yang berfungsi sebagai pendukung (supporting) dalam sektor pendidikan. Hal ini dikarenakan Badan Bahasa tidak bersentuhan langsung dengan teknis kurikulum sekolah seperti unit utama lainnya.

“Untuk memperkenalkan beberapa program prioritas Kemendikdasmen, selain penguatan pendidikan karakter, wajib belajar, dan sebagainya, ada satu program prioritas yang berkaitan langsung dengan Badan Bahasa, yaitu pembangunan bahasa dan sastra,” ujar Dora.

Dora memaparkan bahwa melalui program tersebut, Badan Bahasa bekerja mendukung tugas kementerian melalui sejumlah subprogram strategis. “Ada program peningkatan kecakapan literasi, pemartabatan bahasa dan sastra Indonesia, pelestarian bahasa dan sastra daerah, serta penginternasionalan bahasa Indonesia,” tuturnya.

Dora menambahkan bahwa kegiatan diseminasi ini mencakup dua subprogram utama, yakni peningkatan kecakapan literasi melalui pengenalan produk pengembangan serta pelestarian bahasa daerah. Senada dengan hal tersebut, Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah, menyatakan bahwa produk pengembangan kebahasaan dirancang untuk mempermudah penelusuran makna dan memperkaya ekspresi.

“Kami percaya bahwa kami memberikan alat yang relevan bagi bangsa kita, yaitu bagi penulis, pengajar, peneliti, serta pelaku industri budaya untuk mengangkat kualitas karya dan praktik kebahasaan di berbagai tingkat,” kata Anita. Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga semangat inovasi sambil merawat tradisi dengan membangun ekosistem kebahasaan yang inklusif.

Dukungan serupa disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Soleman Ludji, yang menegaskan pentingnya sinergi agar pelestarian bahasa tetap hidup sebagai kekuatan bersama. Kegiatan ini pun diakhiri dengan diskusi interaktif yang memungkinkan peserta berdialog langsung dengan narasumber mengenai program-program Badan Bahasa agar peserta mendapatkan informasi baru tentang produk pengembangan kebahasaan dan kesastraan.

Dokumentasi


Sedang Tren

Ingin mengetahui lebih lanjut?

Kunjungi media sosial Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa