Rayakan HUT RI di Badan Bahasa, Kemdikdasmen Gelar Lomba Komedi Tunggal Antarpegawai

Rayakan HUT RI di Badan Bahasa, Kemdikdasmen Gelar Lomba Komedi Tunggal Antarpegawai

Jakarta, 21 Agustus 2025—Dalam rangka memperingati HUT Ke-80 Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui unit-unit kerjanya menggelar Lomba Komedi Tunggal (Stand-Up Comedy) khusus bagi pegawai Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Acara berlangsung di Panggung Tertutup, Unit Layanan Terpadu Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Rawamangun, Jakarta Timur.

Para peserta lomba berasal dari Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, serta Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus.

“Lomba Komedi Tunggal ini kami selenggarakan sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kreativitas, kekompakan, dan semangat di kalangan pegawai Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menggali potensi seni dan humor yang kami yakini dapat mendorong terciptanya suasana kerja yang lebih positif dan dinamis,” ujar Tri Indira, perwakilan panitia kegiatan sekaligus Kepala Bagian Keuangan dan Umum Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Para peserta lomba diberi ruang untuk mengangkat kisah keseharian di kantor, interaksi personal antarpegawai, hingga cerita ringan bersama keluarga dan masyarakat dalam penampilan terbaik mereka yang berdurasi selama 10—15 menit.

Ajang ini menghadirkan dewan juri dari kalangan akademisi dan praktisi seni, di antaranya Deden Rengga, Dosen Pendidikan Seni Tari Universitas Negeri Jakarta (Fakultas Bahasa dan Seni), Rizky Taufik Rahman, Dosen Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta (Fakultas Bahasa dan Seni), serta Imam Maarif dari Dewan Kesenian Jakarta. Kehadiran mereka memberikan bobot penilaian yang lebih komprehensif, tidak hanya dari segi kelucuan, tetapi juga teknik seni, penguasaan panggung, dan kreativitas peserta.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini yang dinilai membawa semangat positif bagi para pegawai. “Tujuannya sangat mulia, untuk menumbuhkan kerja sama, kekompakan, dan kolaborasi di antara kita semua,” ucapnya.

Senada dengan indikator penilaian tersebut, Imam Maarif dari Dewan Kesenian Jakarta mengapresiasi gaya komedi setiap peserta dan menekankan pentingnya keterampilan teknis dalam penampilan komedi tunggal, “Dalam seni pertunjukan, manajemen waktu dan penguasaan panggung menjadi kunci yang disempurnakan dengan latihan.”

Sementara itu, Deden Rengga, Dosen Pendidikan Seni Tari Universitas Negeri Jakarta, menambahkan mengenai teknik bercerita yang dapat terus diasah melalui ajang-ajang seperti ini. Lewat gelaran ini, HUT RI ke-80 tak hanya dirayakan dengan semangat nasionalisme, tetapi juga dengan tawa yang mempererat hubungan antarsesama pegawai. (CM)

Dokumentasi:

Sedang Tren

Ingin mengetahui lebih lanjut?

Kunjungi media sosial Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa