Badan Bahasa dan Komisi X DPR RI Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Bahasa dan Sastra melalui Diseminasi Produk Kebahasaan dan Kesastraan di Palu

Badan Bahasa dan Komisi X DPR RI Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Bahasa dan Sastra melalui Diseminasi Produk Kebahasaan dan Kesastraan di Palu

Palu, 13 Oktober 2025 — Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Produk Pengembangan Kebahasaan dan Kesastraan di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Sulawesi Tengah, pada Senin, 13 Oktober 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Badan Bahasa untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan hasil kerja di bidang pengembangan dan pelindungan bahasa dan sastra kepada masyarakat. Diseminasi ini juga menjadi sarana strategis dalam menjaring masukan konstruktif dari masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah guna memperkaya arah kebijakan kebahasaan dan kesastraan nasional pada masa mendatang.

Peserta kegiatan berasal dari beragam latar belakang yang meliputi akademisi, guru, mahasiswa, budayawan, perwakilan pemerintah daerah, serta para pegiat literasi. Kehadiran lintas kalangan ini menunjukkan bahwa isu kebahasaan dan kesastraan bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga pemerintah, melainkan juga tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat untuk menjaga eksistensi dan keberlanjutan bahasa dan sastra Indonesia serta daerah.

Acara dibuka secara resmi oleh Nilam Sari Lawira, Anggota Komisi X DPR RI, yang dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bukti konkret kolaborasi antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam upaya membangun masyarakat literat dan berkarakter. “Bahasa dan sastra adalah fondasi yang membentuk jati diri bangsa. Di dalamnya terkandung nilai, budaya, dan cara pandang masyarakat Indonesia. Melalui kegiatan diseminasi seperti ini, kami ingin memastikan bahwa hasil kerja pemerintah di bidang kebahasaan dan kesastraan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Nilam dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Nilam menyampaikan bahwa dukungan DPR RI terhadap Badan Bahasa bukan hanya dalam bentuk pengawasan program, melainkan juga melalui penguatan kebijakan dan anggaran agar kegiatan kebahasaan dan kesastraan dapat menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia. “Kami di Komisi X DPR RI memandang bahwa pelindungan bahasa daerah dan pengembangan literasi nasional harus menjadi prioritas. Setiap bahasa daerah menyimpan kearifan lokal yang luar biasa. Jika tidak dijaga, kita akan kehilangan bagian penting dari sejarah dan identitas bangsa. Karena itu, kami mendorong agar kegiatan seperti ini terus diperluas dan diperkuat sinerginya di berbagai wilayah,” imbuh Nilam.

Nilam juga mengapresiasi berbagai produk kebahasaan dan kesastraan yang dihasilkan oleh Badan Bahasa, seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia daring, aplikasi Peta Bahasa digital, serta berbagai bahan ajar dan media literasi yang dapat diakses oleh masyarakat umum. Ia berharap agar masyarakat Sulawesi Tengah dapat turut memanfaatkan produk-produk tersebut untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan pelestarian bahasa daerah di lingkungannya masing-masing. “Saya mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mitra aktif dalam menghidupkan bahasa dan sastra di daerah. Jadilah pelopor literasi di sekolah, kampus, dan komunitas. Dengan begitu, bahasa Indonesia akan semakin berwibawa, dan bahasa daerah pun tetap lestari,” tuturnya menutup sambutan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, dalam sesi pemaparan menyampaikan berbagai capaian dan inovasi Badan Bahasa dalam menghasilkan produk-produk unggulan di bidang kebahasaan dan kesastraan. Dora menjelaskan bahwa berbagai produk tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi, tetapi juga sebagai instrumen pelindungan bahasa daerah yang mulai terancam punah. “Melalui diseminasi ini, kami ingin memperkenalkan beragam produk hasil kerja Badan Bahasa yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, seperti peta bahasa daerah, aplikasi kebahasaan digital, dan bahan ajar berbasis literasi. Kami juga membuka ruang dialog agar masyarakat dapat memberikan masukan demi penyempurnaan produk-produk tersebut,” ungkap Dora.

Ia menambahkan bahwa pelindungan bahasa daerah tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah pusat, melainkan memerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta masyarakat penutur asli. Dalam konteks inilah, kegiatan diseminasi menjadi sangat penting karena mampu menjembatani komunikasi antara pembuat kebijakan dan masyarakat pengguna bahasa. “Kami sangat berharap masyarakat Sulawesi Tengah dapat menjadi mitra aktif dalam upaya pelestarian bahasa daerah agar tidak punah dan tetap menjadi bagian dari kekayaan bangsa,” jelas Dora.

Selain sesi pemaparan, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Banyak peserta menyampaikan pandangan dan pengalaman terkait upaya pelestarian bahasa daerah di Sulawesi Tengah, termasuk tantangan dalam pewarisan bahasa kepada generasi muda.

Kegiatan Diseminasi Produk Pengembangan Kebahasaan dan Kesastraan di Palu ini menjadi wujud nyata sinergi yang harmonis antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Komisi X DPR RI dalam menjaga, memelihara, serta memajukan bahasa dan sastra Indonesia dan daerah. Sinergi tersebut sekaligus mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem kebahasaan dan kesastraan nasional melalui kerja sama lintas sektor.

Melalui kegiatan ini, diharapkan akan lahir kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mengoptimalkan pemanfaatan produk-produk kebahasaan dan kesastraan. Dengan demikian, visi besar Badan Bahasa untuk menjadikan bahasa Indonesia berperan sebagai bahasa unggul di tingkat nasional dan internasional serta menjaga kelestarian bahasa daerah dapat terwujud secara berkelanjutan. (Mun)


Dokumentasi:



Sedang Tren

Ingin mengetahui lebih lanjut?

Kunjungi media sosial Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa