Audiensi Universitas Kyung Hee dengan Badan Bahasa

Audiensi Universitas Kyung Hee dengan Badan Bahasa

Jakarta, 11 November 2025 – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menerima audiensi dari Universitas Kyung Hee, Korea Selatan yang diwakili oleh Jung Hee Lee dan Yeonhee Kim serta Eva Latifah (Universitas Indonesia). Audiensi ini dilakukan untuk membicarakan potensi kolaborasi antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia dan National Institute of Korean Language (?????), khususnya dalam pengembangan korpus paralel yang melibatkan Universitas Kyung Hee.

Korpus merupakan kumpulan teks atau data bahasa elektronik yang disusun sistematis dan digunakan untuk berbagai keperluan bahasa, seperti analisis linguistik, penelitian, pembelajaran bahasa, dan berbagai keperluan kebahasaan lainnya.

Sekretaris Badan Bahasa, Ganjar Harimansyah, menyampaikan bahwa audiensi ini menjadi langkah awal dalam pengembangan korpus kedua negara. Ganjar menyampaikan bahwa Badan Bahasa saat ini tengah melakukan pengembangan korpus bahasa Indonesia. Hal senada ditambahkan oleh Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, yang menyampaikan bahwa Badan Bahasa juga tengah mengembangkan korpus bahasa daerah (Koda) yang berfokus pada sepuluh bahasa pada tahap awal, seperti Jawa, Batak, Sunda, dan Banjar, selain korpus bahasa Indonesia (Koin). Korpus dengan puluhan juta token ini dikembangkan untuk berbagai keperluan termasuk pengembangan kecerdasan artifisial dan penerjemahan.

Jung Hee Lee sebagai perwakilan dari Universitas Kyung Hee menjelaskan bahwa saat ini National Institute of Korean Language (?????) tengah mengembangkan korpus paralel dari delapan bahasa, di antaranya adalah Indonesia, Vietnam, Thailand, Tagalog, dan Uzbekistan. Bahasa-bahasa yang dipilih tersebut berasal dari negara yang memiliki kedekatan budaya, ekonomi, dan politik dengan Korea Selatan. Hasil pengembangan korpus ini telah dimanfaatkan oleh berbagai perusahaan, peneliti, dan masyarakat luas. Korpus yang dikembangkan oleh  National Institute of Korean Language (?????) melalui proses yang cukup panjang, yaitu melalui pengambilan data, penerjemahan ke dalam bahasa lain, dan penyuntingan serta verifikasi oleh editor, verifikator, dan validator dengan kualifikasi khusus sehingga dapat terjamin kualitasnya.

Pada kesempatan ini, Adi Budiwiyanto selaku Kepala Bidang Fasilitasi dan Advokasi Bahasa dan Sastra serta Dewi Puspita selaku Ketua Tim Kerja Perkamusan dan Peristilahan juga melakukan diskusi teknis perihal jenis data, hak cipta, dan mekanisme kerja sama dalam pengembangan korpus paralel ini. Kegiatan ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk menindaklanjuti pertemuan awal ini dalam pertemuan daring selanjutnya yang membahas detail kerja sama dan pertukaran data dari kedua belah pihak.


Sedang Tren

Ingin mengetahui lebih lanjut?

Kunjungi media sosial Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa