Diseminasi Bahasa Soroti Rendahnya Literasi Generasi Muda di Pandeglang, Banten

Diseminasi Bahasa Soroti Rendahnya Literasi Generasi Muda di Pandeglang, Banten

Banten, 25 November 2025

Acara Diseminasi Produk Pengembangan Kebahasaan dan Kesastraan yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kemendikdasmen dan Komisi X DPR RI menyoroti isu menurunnya literasi dan memudarnya penggunaan bahasa di kalangan generasi muda. Kegiatan tersebut berlangsung di Asoka Resort, Ketapang, Banten dan dihadiri oleh 100 peserta yang terdiri atas perwakilan pemerintah daerah, akademisi, guru, mahasiswa, penulis, pegiat literasi, dan pemerhati bahasa dan sastra.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk strategis, di antaranya KBBI, Ejaan Bahasa Indonesia (EYD), dan Tesaurus Bahasa Indonesia, sekaligus untuk menjalin kolaborasi lintas lembaga.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, turut memberikan pemaparan mengenai mandat, struktur, dan produk layanan kebahasaan yang dikembangkan oleh Badan Bahasa. Ia menegaskan pentingnya menjaga kekayaan bahasa daerah di tengah derasnya perubahan sosial.

“Di Indonesia, hingga 2019 kami telah memetakan 718 bahasa daerah. Ini menunjukkan betapa besar tanggung jawab kita dalam melindungi kekayaan bahasa tersebut,” ungkap Dora.

Melalui berbagai produk kebahasaan, Dora menegaskan bahwa Badan Bahasa berupaya meningkatkan akses publik terhadap informasi yang benar dan mudah dipahami.

“Kami menyediakan produk yang menunjang literasi masyarakat, mulai dari KBBI daring, Tesaurus, aplikasi penyuntingan bahasa, hingga Korpus Indonesia sebagai pangkalan data bahasa digital,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya literasi dasar melalui bahan ajar menarik yang disesuaikan dengan perkembangan media konsumsi generasi muda.

“Anak-anak sekarang lebih tertarik pada konten pendek. Karena itu, kami mengembangkan film animasi dan komik berbahasa daerah untuk mendekatkan mereka pada identitas kebahasaan,” kata Dora.

Dora turut menegaskan bahwa seluruh upaya ini terhubung dengan program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Salah satu prioritas kami adalah meningkatkan kecakapan literasi dan memperkuat pelestarian bahasa daerah. Kegiatan diseminasi seperti ini menjadi bagian penting dari implementasi program tersebut,” tegasnya.

Keresahan Penggunaan Bahasa Indonesia Saat Ini

Anggota Komisi X DPR RI, Ali Zamroni, mengungkapkan keresahan mendalam terhadap penggunaan bahasa di era saat ini, khususnya generasi muda, yang didominasi oleh bahasa gaul yang perlahan menggeser bahasa Indonesia yang baik.

“Anak-anak sekarang lebih mengenal bahasa prokem, disingkat-singkat menjadi satu kata yang hanya mereka pahami. Ini menjadi keresahan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan juga berdampak pada dunia seni dan konten kreatif.

Literasi Indonesia Masih Mengkhawatirkan

Tingkat literasi yang rendah turut menjadi perhatian utama dalam sambutan anggota DPR tersebut.

“Tingkat literasi kita cukup rendah. Anak-anak sekarang lebih memilih literasi digital melalui media sosial,” ujar Ali.

Ia mengungkapkan temuan lapangan di daerah pemilihannya yang menunjukkan masih adanya siswa tingkat SMP yang belum mampu membaca dan menulis.

“Di beberapa wilayah selatan Jawa Barat, banyak anak SMP yang belum bisa baca tulis. Ini kenyataan yang harus kita hadapi,” tambahnya.




Sedang Tren

Ingin mengetahui lebih lanjut?

Kunjungi media sosial Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa