Kepala Badan Bahasa Tinjau Pemanfaatan Bantuan Buku Literasi dan Fasilitasi Komunitas Sastra di Nusa Tenggara Timur
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa,
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, melakukan kunjungan kerja ke
Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kunjungan ini ditujukan untuk sekolah-sekolah
penerima Buku Literasi Bermutu dan komunitas penerima fasilitasi Banpem.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan pemanfaatan buku bermutu serta
penguatan ekosistem literasi di daerah. Dalam kunjungan Kepala Badan Bahasa yang
didampingi oleh Kepala Balai Bahasa Prov. NTT, Kepala Balai Guru dan Tenaga
Kependidikan Prov. NTT, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Prov. NTT,
serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang juga turut hadir.
Dalam kesempatan ini, Kepala Badan Pengembangan
dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, berkesempatan mengunjungi 2 sekolah
penerima Buku Literasi Bermutu di Kota Kupang, yakni SD Inpres RSS Oesapa dan
SD GMIT No.7 Oebufu. Saat berkunjung, Kepala Badan melihat secara langsung
pemanfaatan buku-buku literasi yang telah didistribusikan. Beliau mengecek
siklus pemanfaatan Buku Bermutu mulai dari penyimpanan di perspustakaan,
distribusi, sampai praktik pemanfaatannya di kelas. Beliau menegaskan bahwa
bantuan tersebut tidak hanya untuk menambah koleksi perpustakaan sekolah,
tetapi juga harus dimaksimalkan sebagai bahan ajar dan sumber kegiatan literasi
kreatif.
Selain itu, kunjungan tersebut juga mencakup
demonstrasi penggunaan panel interaktif yang menjadi bagian dari dukungan
penguatan pembelajaran literasi berbasis teknologi. Kepala Badan memantau penggunaan
perangkat tersebut oleh guru untuk menyajikan bahan ajar secara lebih menarik
dan interaktif. Guru-guru yang hadir mengungkapkan bahwa panel interaktif
membantu mereka memperkaya metode pembelajaran, terutama dalam memperkenalkan
cerita, kosakata, dan struktur bahasa kepada siswa dengan cara visual dan partisipatif.
Kepala Badan Bahasa juga menegaskan pemanfaatan panel interaktif ini untuk
mengakses buku literasi digital yang telah disediakan oleh Badan Pengembangan dan
Pembinaan Bahasa melalui kanal Budi (Buku Digital) yang dapat diakses melalui https://budi.kemendikdasmen.go.id/.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Kepala Badan
berdialog dengan para guru, kepala sekolah, dan peserta didik. Diskusi berfokus
pada tantangan peningkatan budaya baca, strategi pemanfaatan buku literasi di
kelas, serta program literasi keberlanjutan pada tingkat sekolah. Hafidz Muksin
menegaskan, “Buku-buku ini adalah investasi jangka panjang untuk pendidikan. Jumlah
bukanlah yang terpenting, tetapi pemanfaatan buku untuk menghidupkan aktivitas
membaca dan menulis di sekolah yang terpenting.”
Di sisi lain, Kepala Badan Pengembangan dan
Pembinaan Bahasa juga berkesempatan untuk mengunjungi komunitas sastra Dusun
Flobamora, komunitas penerima fasilitasi Banpem 2024. Dalam kunjungan ini,
beliau menyoroti pentingnya peran komunitas dalam membangun ruang kreatif bagi
generasi muda. Kepala Badan mendorong komunitas untuk terus menciptakan
kegiatan yang mampu menumbuhkan semangat literasi seperti lokakarya menulis,
diskusi buku, atau pementasan karya sastra lokal.
Ketua Komunitas Sastra Dusun Flobamora, Romo Amanche Frank Oe Ninu, menerima kunjungan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di Sekretariat Dusun Flobamora yang beralamat di Jalan Mutis Tuan, Naimata, Kec. Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dalam kesempatan ini, Romo Amance menjelaskan berbagai aktivitas komunitas dalam usaha menumbuhkan eksositem sastra dan literasi di Nusa Tenggara Timur. Komunitas yang namanya diangkat dari akronim "Dunia Sunyi" dan "Flores, Sumba, Timor, Alor" ini telah mulai bergerak sejak tahun 2011 dan telah melakukan berbagai kegiatan seperti berbagi bahan bacaan sastra; penerbitan jurnal sastra: Jurnal Sastra Santarang; penerbitan buku; kelas menulis kreatif; dan festival sastra. Di tengah rangkaian diskusi, Kepala Badan Bahasa juga memberikan apresiasi kepada Mario F. Lawi yang merupakan salah satu penggerak komunitas ini karena menjadi salah satu nomine dalam Penghargaan Sastra Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 2025 kategori Esai/Kritik Sastra. Tidak lupa Hafidz Muksin juga menjelaskan bahwa Fasilitasi Bantuan Pemerintah ini ditujukan sebagai stimulan untuk mendorong komunitas dalam menjaga keberlanjutan kegiatan sastra serta regenerasi penulis dan seniman. Harapannya Komunitas Dusun Flobamora dapat menjadi mitra strategis Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam menumbuhkan ekosistem kesastraan di Nusa Tenggara Timur. Kunjungan ini ditutup dengan “tukar kado” berupa buku cerita anak dwibahasa dari Balai Bahasa Prov. NTT dengan buku Jurnal Santarang dari Komunitas Dusun Flobamora.
Dokumentasi

