Festival Musikalisasi Puisi Nasional 2025 Berakhir, Kreativitas Siswa Menyatu dalam Nada dan Kata
Jakarta - Setelah melalui rangkaian kompetisi yang penuh kreativitas dan semangat, Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional Tahun 2025 resmi ditutup pada Kamis, 18 September 2025. Dalam acara penutupan, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Ganjar Harimansyah, menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah menampilkan karya terbaik mereka.
Dalam sambutannya, Ganjar menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berkompetisi dan menunjukkan kreativitas tinggi dalam memadukan puisi dengan musik. Ia menegaskan, keberanian para pelajar tampil di panggung nasional sudah menjadi sebuah kemenangan tersendiri.
“Dengan kalian berani berkompetisi saja, kalian semua sebenarnya sudah menjadi juara. Tidak hanya yang meraih peringkat terbaik, tetapi seluruh peserta patut berbangga karena telah berani bersaing dan menampilkan karya terbaiknya.” ujar Ganjar.
Ganjar juga menekankan bahwa tradisi musikalisasi puisi memiliki sejarah panjang di Indonesia sejak era 1970-an. Menurutnya, Festival Musikalisasi Puisi yang rutin digelar ini menjadi wadah penting untuk menjaga tradisi apresiasi sastra sekaligus memperkaya kreativitas generasi muda.
Pada penutupan tersebut, panitia mengumumkan para pemenang Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional 2025. Sebanyak sepuluh sekolah berhasil meraih penghargaan serta satu kategori khusus, yaitu Terfavorit. Daftar lengkap pemenang adalah sebagai berikut.
Terbaik I: SMAS Al Kautsar, Bandar Lampung
Terbaik II: SMAS Regina Pacis Bajawa, NTT
Terbaik III: SMA Negeri 1 Pati, Jawa Tengah
Terbaik IV: SMK Negeri 1 Cilacap, Jawa Tengah
Terbaik V: SMA Negeri 1 Telaga Biru, Gorontalo
Terbaik VI: SMA BOPKRI 1, Yogyakarta
Harapan I: SMA Negeri 1 Selong, NTB
Harapan II: SMA 1 Banawa, Sulawesi Tengah
Harapan III: SMA Negeri 9 Manado, Sulawesi Utara
Harapan IV: SMA Santa Maria 2 Bandung, Jawa Barat
Terfavorit: SMK Negeri 1 Cilacap, Jawa Tengah
Ganjar berharap seluruh peserta dapat terus mengembangkan kreativitas dan menjadikan pengalaman dalam festival ini sebagai motivasi untuk terus berkarya.
“Teruslah berproses karena karya kalian bukan hanya menjadi kebanggaan sekolah dan daerah, tetapi juga menjadi bagian penting dari perkembangan sastra dan budaya bangsa.” pungkasnya.
Dokumentasi

.jpeg)
